Keseruan Pacu Jawi Minangkabau

Keseruan Pacu Jawi Minangkabau

Nusantara adalah alam seribu budaya dan adat istiadatnya. Sebagian besar dari pembaca mungkin sudah sering mendengar tentang Karapan Sapi atau balapan sapi dari Madura, Jawa Timur. Namun, kegiatan atau event tersebut juga dapat ditemukan di Sumatera Barat, masyarakat Minangkabau menyebutnya dengan Pacu Jawi. Lomba ini berlangsung selama 11 bulan per tahun, bergerak antar kecamatan di kabupaten, selalu berlangsung di sawah tepatnya di Kabupaten Tanah Datar.

Sapi-sapi yang akan ikut balapan  diberi nomor di tubuh mereka dan ada juga yang tidak. Tidak sedikit yang menghampiri dan menyentuh sapi-sapi tersebut. Kulitnya sedikit berbulu dan lembut, dan sapi itu hanya berdiri di pagar dengan tenang saat mengelus tengkuknya. Sapi memiliki mata yang benar-benar menenangkan karena mereka memiliki bulu mata yang panjang dan suram, baik yang jantan maupun betina.

Pengunjung yang datang ke acara Pacu Jawi ini tidak perlu khawatir akan kelaparan, karena warung makan dan restoran sementara dibangun di dekat arena balap. Acara ini begitu ramai, semakin semarak dengan bunyi Talempong, musik tradisional Minang, dimainkan oleh sekelompok pria yang duduk di bawah tenda. Orang-orang, termasuk moi, sedang menunggu kegembiraan untuk memulai lomba. Bagi pengunjung yang ingin berbelanja, khususnya wisatawan, mereka bisa berkeliling dan membeli pernak pernik serta makanan riangan yang dijajakan di sekitar lokasi tersebut.

Keseruan Pacu Jawi Minangkabau

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan tempat strategi untuk menyaksikan Pacu Jawi tersebut, kami sarankan untuk berada atau berdiri di sudut garis finish balapan di antara penonton lokal, anak-anak dan orang dewasa, detik-detik balapan dimulai semua bersorak untuk balap sapi dan joki.

Demografi dan Keseruan Pacu Jawi Minangkabau

Pacu Jawi berlangsung di sepanjang lapangan berlumpur sekitar 20-30 meter. Setiap pasangan  sapi dikemudikan oleh seorang joki dengan tangannya di ekor sapi dan kakinya di atas alat kayu yang mengikat sapi-sapi itu bersama-sama. Para joki menggigit salah satu ujung ekor sapi untuk membuatnya berjalan, diikuti oleh yang lain. Joki sering harus menggigit ekor lagi di tengah balapan agar sapi lebih cepat melaju. Biasanya hanya beberapa berjalan dalam satu pergi, diikuti dengan cepat oleh pasangan berikutnya. Jockey akan meregangkan lengan dan kaki selebar mungkin untuk mengarahkan dan menjaga sapi tetap bersama.

Keseruan Pacu Jawi Minangkabau

Terkadang sapi keluar dari jalur. Mereka lari ke samping dan berlari melewati penonton! Tentu seekor sapi tidak berbahaya, berarti tidak benar-benar mengejar atau membunuh orang, tapi dengan sosok besar seperti itu, seseorang harus bisa bersenang-senang cukup cepat untuk menghindari tertabrak seekor sapi. Sapi yang menjalankan garis finish tercepat dan lurus adalah pemenangnya.

Pacu Jawi ini sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Minangkabau. Untuk dapat mudah mengikuti event Pacu Jawi ini bisa cek paket turnya di Asia Wisata. Beberapa orang mungkin melihatnya sebagai perlombaan lumpur gila di tengah tanaman hijau yang indah dan menyilaukan mata, tapi gila atau tidak, ini adalah balapan tradisional yang benar-benar bebatuan!

Pacu Jawi benar-benar merupakan salah satu atraksi tradisional Indonesia yang dicintai dan dilestarikan oleh masyarakat Sumatera Barat, setidaknya sampai saat ini. Pengunjung harus siap untuk kotor dengan medan berlumpur di musim hujan, meski sebenarnya bukan kotor kalau bukan joki. Acara ini benar-benar mengagumkan! Ini penuh aksi, sangat tradisional,  gila, dan penuh sorak sorai.

Comments

Tinggalkan Balasan